About

Selasa, 14 Februari 2017

Gus Is


Memiliki nama lengkap Isqowi Indaddin Masya. Dai muda kelahiran 4 agustus 1969 di Bawang , Batang Jawa Tengah ini  memulai karier dakwahnya bersama Tim  AMM ( Angkatan Muda Masjid & Musholla ). Tim inilah  yang membidani lahirnya TK Alqur’an pertama di Indonesia. Pada saat yang sama, dia aktif sebagai ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) di lingku ngan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebelas tahun di kota gudeg, anak pertama Alm.KHMastur Asya ( Penga suh Ponpes. Al-Ikhlash ) ini, tahun 1996  hijrah ke ibu kota dan bekerja sebagai tim instruktur/trainer PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil dan mene ngah) Jawa barat dengan jabatan terakhir sebagai wakil direktur PINBUK kota Tangerang. 


Sejak di jakarta aktif di berbagai organisasi , diantara nya menjadi pengurus DPP MDI (Dewan Pimpinan Pusat Majlis Dakwah Islamiyah) , fungsionaris DPP JATMI (Dewan Pimpinan Pusat Jam’iyah Ahli Thoriqoh Muktabaroh Indonesia), sekretaris DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) kota Tangerang, sekretaris LDNU( Lembaga Dak wah Nahdlatul ulama ) kota tangerang, Ketua tanfidziyah NU Ranting Pasar Baru, Wakil tanfidziyah MWC NU Kecamatan Karawaci, sekretaris bidang  dakwah MUI kec. karawaci, ketua dewan mahasiswa PKU MUI ( Pendidikan kader ulama MUI ),  pengurus DKM Masjid Al-A’dzom (masjid dengan kubah tanpa tiang terbesar di dunia) kota Tangerang,  ketua FUI PASKOGREN ( Fo rum Ummat Islam Pasar baru, koang dan grendeng ), Sekjen IMABA ( Ikatan Masyarakat Batang di Jakarta), membantu Ustadz Yusuf mansyur di  wisata hati sebagai tim inti kemudian mendirikan  PT Lentera Ummat Mandiri.
Dakwah lewat media mulai di rintis tahun 1997 dengan mengisi taushiyah di beberapa radio, me ngirim artikel ke agamaan di me dia cetak dan sejak tahun 2004 mengisi program Cahaya Taqwa dan Mutiara Hikmah di CTV (Cahaya TV Banten).  Setelah dua tahun,  akhirnya dipercaya seba gai koordinator da’i CTV  Banten ( Cahaya TV banten ). Sejak tahun 2006 melirik dunia  sinetron bergenre religie di beberapa TV swasta, diantaranya sinetron 7 hari menuju taubat di LATIVIDisela-sela kesibukannya mengajar di STIKIP Kusuma Negara, ustadz yang pernah menjadi wakil direktur ponpes. Al-mubarrok ini menyempatkan diri sebagai “ dokter spiritual “ di Rumah sakit umum kabupaten Tangerang sekaligus rutin memberikan bimbingan rohanidi Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Kota Tangerang.  
Setelah pindah ke kota Tangerang selatan , kegemarannya berorganisasi tetap berlanjut. Tercatat sebagai Ketua DKM Masjid Al- Kahfi Pondok Benda, Ketua DMI ( Dewan Masjid Indonesia ) Pondok Benda, Ketua PD IPIM ( Ikatan Persaudaraan Imam Masjid ) Kota Tangerang selatan, Sekretaris bidang Organisasi dan pembinaan Anggota ORDA ICMI Kota Tangerang selatan dan Sekretaris ORSAT ICMI kecamatan Pamulang.
     Selain fokus sebagai public speaker, writer and trainer , mantan jurnalis Berita Nusantara ini,   sekarang lebih menikmati hidupnya sebagai guru ngaji kampung dan menerima undangan taushiyah sekaligus training spiritual. Dakwah dari masjid ke masjid hingga ke berbagai negara. Pengalaman Rihlah dan Dakwahnya sampai ke Hongkong, Malaysia, Singapura, Macau, Philipina dan Tiongkok.



0 komentar:

Posting Komentar